Sabtu, 19 Juli 2014

[CERPEN] Girl in My Heart #Pt1

Girl in My Heart #Pt1


Seperti yang biasa yang mereka ributkan di media social yaitu malam minggu. Entah, aku heran begitu horrornya malam minggu bagi mereka. Ahsudahlah itu urusan mereka dan gak penting juga buatku. Malam ini kupaksakan diriku untuk memikirkan hal yang tak kuinginkan. Hati ini masih terus merasakannya, otak ini terus mencari celah untuk membayangkannya. Sebuah perasaan mencuat menggelora, namun aku berusaha untuk memendam dalam dalam. Namun sedalam dalamnya kumemendam rasa itu akan terus tumbuh, entah kapan aku dapat menghentikannya. Mungkin aku terlalu mengharapkannya.
Aku bangun dari khayalan itu. Malam yang cerah kerlipan bintang langit selatan membentuk rasi rasi yang menyejukan mata. Di ufuk timur cahaya temaram dari rembulan secara lembut merasuk kedalam jiwa ini. Semuanya terasa indah, ingin rasanya kipinjam langit yang luas ini untuk melukiskan isi pikiranku.



Hari itu aku menghadiri sebuah acara gathering bersama teman satu angkatan. Aku datang
terlambat sehingga  kursi yang tersedia hampir semua terisi. Kusapukan pandanganku mencari kursi kosong yang bisa kutempati hingga akhirnya nampak lambaian dari salah seorang temanku, aku menghampirinya.
“Dari mana aja lu bro jam segini baru dateng.”
“Biasa, ada urusan yang harus gua selesein dulu.”
“Jiahhh, sok sibuk dah lu.”
Suasana malam ini cukup tenang, berbagai macam makanan dan minuman tersedia, deretan lampu lampu kecil yang disambungkan oleh lilitan kabel, merah, hijau, kuning, biru, ungu, menyala berganti-ganti. Aku bersandar pada kursi kayu yang mengelilingi meja bundar.
                “Hay Rangga.” Seorang perempuan dari meja seberang menyapaku. Dan dia juga perempuan yang selama ini menghantui angan anganku. Aku tak menyadari kalau iya berada didekatku.
                “Hay juga.”
                “Rapih banget malem ini, ecieee.”
                “Hahaha, makasih. Tapi ini biasa aja kok.”

Obrolan itu berlalu berhembus bersama angin malam. Entah apa yang kurasakan sekarang, aku terpaku pada penampilannya. Dia cantik dan anggun. Untuk melanjutkan kata-kata saja aku tak sanggup. Yah, hanya bisa memandangimu saja.
“Cuma segitu doang ngobrolnya? Gila lu bro.”
“Ya suruh gimana lagi?”
“Ya apa kek, puji dia ato nanya apa gitu. Katanya elu suka ama dia.”
“Yaudah gua sekarang . . . . .”
“Telat bego, jangan bilang lu mau muji dia sekarang. Noh dia udah sibuk ama komplotannya.”
“Hmmm, ngeliat dia sekarang gini aja gua gugup banget.”


Tak kupungkiri penampilannya  kini sangat menawan dengan mengenakan dress warna ungu, rambutnya ia biarkan terurai dibubuhi beberapa jepit yang menempel di kepalanya. Hmmmm, bidadari sudah di depan mata, tapi mengapa aku masih tak berani untuk menunjukan isi hati ini padanya. Aku terlalu bodoh, aku pengecut, aku tak menghargai temanku yang telah membantuku.  Ini memang diluar skenario. Dia, gadis dalam hatiku yang duduk dikursi seberang memang akan selalu indah, indah di dalam hatiku. Tapi apa daya, orang pengecut sepertiku tak layak memilikinya. Ahh, payah.
Hari semakin larut, tamu undangan mulai meninggalkan lokasi. Tak terkecuali dengan teman teman disebelahku juga memilih untuk pulang. Aku masih mengutuk diriku sendiri. Perempuan disebrang sana tersenyum sembari melambaikan tangan padaku pertanda dirinya akan segera meninggalkan tempat ini.
Aku kembali menatap pekatnya langit, gelap, sunyi, hampa, sama persis dengan apa yang kurasakan. Sebuah harapan yang kunanti, sebuah bintang yang kucari tak napak malam ini. Hembusan angin malam mulai menyapaku, tubuh ini bergetar, dari kejauhan kulihat dirinya berjalan meninggalkan tempat ini, jauh, semakin jauh hingga hilang dimakan gelapnya malam menyisakan sisa sisa lukisan indah wajahnya dalam anganku. Entah mengapa diri ini merasa lebih damai sekarang. Terima kasih untuk hari ini. Dia akan jadi gadis dalam hatiku. Lebih tepatnya aku memilih mencintaimu dalam diam untuk saat ini.









Information

Tittle : Girl in My Heart #Pt1
Topic : Love
Story line  : Forward
Characterizations : I , My Friend
Viewpoint : First person
Author : @rngg186

Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com

Copyright © Serangga.co

      Up ↑