Kamis, 10 Juli 2014

Tips Memotret Aksi Panggung

Tips Memotret Aksi Panggung



Fotografi panggung adalah fotografi yang bertujuan untuk merekam acara pertunjukan, apa pun pertunjukannya. Fotografi panggung secara umum terbagi menjadi dua kegiatan yaitu dokumentasi dan liputan.


Sebagian besar pertunjukan panggung berlangsung malam hari, dan sebagain besar dalam gedung. Fokus utama fotografi panggung adalah low light photography dengan pendekatan “pemaknaan” sesuai tujuan pertunjukan. Fotografi panggung terdiri dari: Musik, Fashion, Tari dan Teater.
Secara umum, pertunjukan panggung dirancang untuk ditonton, bukan difoto. Maka, fotografer harus bisa menyiasati beberapa penyesuaian diri, khususnya dalam hal pencahayaannya.
Permainan pencahayaan dirancang untuk ditonton, sehingga kadang saat difoto pencahayaan yang ada di foto tidak bisa rata. Lampu warna-warni yang mencahayai sebuah pertunjukan memang dirancang untuk membuat pertunjukan itu meriah atau wah. Pencahayaananeka warna tersebut memang rancangan asli pertunjukan tersebut, maka JANGAN DIKOREKSI.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat memotret pertunjukan panggung

1. Bermain dalam Warna



  • Menentukan warna yang natural seringkali sangat sulit karena tata cahaya panggung sendiri sudah merupakan tata cahaya artifisial dengan komposisi warna yang sangat bebas.
  • White Balance, Menentukan warna white balance yang akan dipakai untuk memotret konser merupakan kehendak bebas dari fotografer. Dalam satu sistem tata cahaya konser, digunakan berbagai jenis lampu yang memiliki temperature warna yang berbeda-beda. Sebagai titik awal, kebanyakan lampu panggung menggunakan jenis lampu pijar. Untuk itu, white balance dapat di patok di pengaturan lampu pijar. Walaupun demikian, bebaskan dari pada Anda dalam menentukan white balance demi mencapai hasil yang Anda sukai.
Credit : http://flickr.com/photos/rg_ananta

2. Exposure

  • Dalam memotret konser, Anda akan tertantang untuk menentukan exposure yang sesui dengan keinginan Anda. Sering kali definisi exposure yang tepat menjadi sangan rancu dalam genre yang satu ini.
  • Overexposure, Foto yang overexposure seringkali terlihat lebih baik ketimbang foto yang memiliki exposure yang "benar". Nilai dramatis dalam sebuah foto lebih sering terliat lebih baik jika foto tersebut dibiarkan "over". Pada saat pemotretan, penggunaan spot metering sangatlah membantu. Untuk amannya, penggunaan bracketing exposure perludilakukan, Namun, perlu diingat bahwa momen dapat terjadi dalam persekian detik. Sering kali momen yang tepat dan exposure yang diinginkan tidak bisa bertemu dalam satu frame. Untuk itu keputusan fotografer untuk menentukan exposure sangat pentig dalam menangkap momen.
Credit : http://flickr.com/photos/rg_ananta

2. Focal Lenght


Penggunaan focal length saat memotret konser merupakan teknik tersendiri yang menarik untuk dikuasai. Dari lensa lebar, lensa tale, hingga lensa khusus seperti fish eye dan marco dapat digunakan untuk mendapatkan foto yang menarik. Tidak ada patokan khusus dalam menggunakan focal length. Bebaskan kreativitas Anda sesuai dengan alat yang Anda miliki.
  •  Lensa Tele, Kebanyakan pemula akan memakai lensa tele untuk mendapatkan foto yang menarik. Hal ini umumnya dapat didorongkan oleh posisis panggung yang yang sering kali jauh untuk dijangkau dengan lensa normal. Anda dapat mencapai para ekspresi dari pada pemain di panggung dengan lensa jenis ini. Sepanjang pertunjukan akan banyak bertaburan jenis ekspresi yang terjadi di panggung. Kejar momen-momen itu dengan lensa tele.
  • Lensa Wide, Bermain dengan lensa wide merupakan tantangan tersendiri. Pola pikir dengan menggunakan lensa wide memang sangat jauh dengan lensa tele. Seringkali kita terjebak dengan foto wide yang hanya dengan beberapa jepretan sudah menangkap panggung secara keseluruhan. Kunci dari permainan lensa wide adalah komposisi. Beranilah dalam bermain dengan ruang kosong. Gunakan seluruh elemen yang tertangkap oleh lensa untuk mendapat hasil yang menarik.
  • Lensa Effect dan Marco, Lensa dengan effect khusus seperti lensa fish eye dapat dipakai untuk mengabadikan konser. Efek melengkung lensa ini dapat dipakai untuk mendramatisir foto yang Anda hasilkan. Tidak ada ketentuan khusus dalam hal distrosi, karena dalam inti fotografi konser adalah menangkap momen dan menceritakan suasana konser tersebubt lewat tangkapan foto. Lensa dengan kemampuan marco juga dapat dipakai untuk meliput konser. Hanya saja pemakaiannya cukup terbataas. Seringkali momen terjadi dalam jarak yang sagat dekat dengan posisi Anda. Untuk itu, jangan lupa menyertakan lensa ini dalam tas perlengkapan Anda.


4. Diam atau Bergerak ?

Saat  memotret sebuah pagelaran musik, bebaskan diri Anda untuk bereksperimen dengan kombinasi shutter dan apeture. Membekukan momen atau membuatnya bergerak dalam sebuah foto Anda memiliki daya tarik tersendiri.
  • Membekukan Momen, Seperti layaknya teori dasar fotografi, shutter speed yang tinggi berguna untuk membekukan momen yang bergerak. Dalam sebuah konser kita perlu untuk membekukan momen yang terjadi. Seringkali momen yang kasat mata jika dibekukan akan menghasilkan foto yang sangat menarik. Ekspresi yang tidak terduga dapat diabadikan lewat shutter speed yang tinggi. Satu saja syarat dari teknik ini, yaitu tata cahaya yang cukup melimpah.
  • Menangkap Momen Bergerak, Untuk menceritakan suatu konser lewat foto, kita perlu membuat momen yang terlihat bergerak untuk menceritakan kedinamisan konser tersebut. Untuk membuat foto bergerak, Anda dapat membuat lingkungan dari foto yang terlihat blur dan objek diam atau sebaliknya, objek yang terlihat dan lingkungannya yang diam.

Credit : http://flickr.com/photos/rg_ananta



5. Objek yang Ketat dan Selektif

  • Untuk menambahvariasi foto, Anda perlu menangkap detail-detail yang ada secara khusus. ANggota-anggota badan dan peralatan yang dimainkan dapat dipakai sebagai alat bantu untuk menceritakan betapa piawainya sang pemusik bermain dengan nada. Tangan, kaki, bibir, tuts piano, senar gitar hingga microphone dapat dipakai untuk menambah variasi foto. Seringkali foto-foto seperti ini dapat membuat orang tertegun melihat rangkaian foto Anda.
Credit : http://flickr.com/photos/rg_ananta



6. Daya Jangkau Fototgrafer

Konser musik selalu bertaburan dengan momen yang menarik. Jangan biarkan diri Anda terpaku pada satu titik saja.
  • Depan Panggung, Panggung merupakan pusat perhatian dari suatu konser. Dari tempat inilah energi sebuah konser ini berasal. Eksplorasikan kemampuan dan insting Anda dalam menangkap seluruh aksi-aksi yang terjadi. Semua momen yang terjadi di atas panggung sudah pasti akan menguasai seluruh rangkaian foto konser yang dibuat.
  • Belakang Panggung, Momen yang terjadi di belakang panggung memang tidak sebanyak apa yang terjadi di depan panggung. Namun, momen yang terjadi di belakang panggung biasanya sangat tidak terduga dan unik.Bisa dikataka karakter fotografer dapat terlihat dari mana dia mengabadikan momen dibelakang panggung. Seringkali momen yang biasa dapat menjadi luar biasa lewat tangkapan jeli fotografer. Masalah terbesar yang ditemui adalah kondisi tata cahaya yang sangat minim, otomatis lensa dan sensor kamera harus ikut menyesuaikan.
  • Penonton, Atmofir konser ditetukan respon dari penonton. Sesekali Anda perlu banyak momen untuk melihat bahwa banyak momen yang menarik untuk diabadikan. Jangan sungkan untuk menekan tombol shutter ke arah penonton, sepanjang Anda tidak mengganggu kenyamanan mereka dalam menyaksikan konser tersebut.

Credit : http://flickr.com/photos/rg_ananta



Sekian tips memotret aksi panggung.
Selamat mencoba, selamat berkreasi.

Kategori:

1 komentar:

  1. menarik sekali min, bisa juga dipraktekan jika memfoto melalui smartphone juga.
    power supply hp

    BalasHapus

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com

Copyright © Serangga.co

      Up ↑